Showing posts with label Makalah - Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah - Makalah. Show all posts

MAKALAH PERICARDITIS

PERICARDITIS

A. DEFENISI
Pericarditis adalah proses peradangan yang mencakup lapisan pariental dan viseral dari pericardium dan lapisan terluar dari myocardium. Pericarditis terjadi sebagai proses isolasi atau komplikasi dari penyakit sistemik. Pericarditis dikatakan akut atau kronik ditentukan dari serangannya frekuensinya, terjadinya dan gejala-gejalanya. Pericarditis acut dapat terjadi dalam 2 minggu dan hal tersebut bisa mengganggu sampai 6 minggu, disertai dengan effusion atau toumpanade, Pericarditis kronis diikuti oleh pericarditis akut dan gejalanya selambat-lambatnya 6 bulan.

B. PATOFISIOLOGI
Karena dekatnya proximal perikardium dengan beberapa struktur seperti pleura, paru-paru, sternum, diafragma dan miokardium, perikarditis mungkin diakibatkan oleh inflaman atau proses peradangan / infeksi. Penyebab yang lain yaitu idiophatic, virus dan dapat didiagnosa dengan baik. Adanya agent menyebabkan inflamasi pericardial dan kerjanya meluas sampai terjadi iritasi. Kondisi dibawah normal bila naiknya volume ciaran di atas 50 ml dalam kantong perikardial. Ketika terjadi injury, axudat fibulu, sel darah putih dan endothelial sel dilepaskan untuk menutupi lapisan parental dan useral perikardial. Gesekan antara lapisan perikardial menyebabkan iritasi dan inflamsi sekeliling pleura an jaringan. Exudat fibrin mungkin lokasinya hanya pada satu tempat di jantung atau mengisi ke seluruh tempat. Perikarditis akut dapat menjadi kering atau obstruksi vena-vena jantung dan drainage limpha, menyebabkan rembesan fibrin exudat dan serous cairan di kantong perikardial yang mana dapat menyebabkan terjadinya efusi purulent.
C.
Menggambarkan masa myocarditis berinfiltasi dari bermacam-macam myocardial seperti bakteri dan virus, yang mana kerusakan myocardium mendorong respon inflamatory. Biasanya myocardium terjadi dari hasil agent infeksi. Sebagian besar sebab myocarditis adalah virus, tapi ada juga dari bakteri protozoa, dan penyakit rikettsial dapat menyebabkan peradangan pada jantung. Myocardial mungkin dapat timbul dari complikasi penyakit ; Demam reumatik, infeksi penyakit, penyakit gondok, Thypoid.

Selengkapnya Download Disini >>>

MAKALAH IMPLEMENTASI MANAJEMEN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Adanya perubahan dalam tatanan kehidupan termasuk dibidang kesehatan membuat semua orang harus berubah terutama dalam implementasi menejement di butuhkan adanya kewenangan yang jelas yaitu pada seseorang yang dapat dipercaya dan mempunyai kemampuan yang sangat mendukung. Sehingga dapat mengembangkan kompetensinya dan dapat mengelola keuangan serta dapat diterapkan pada pengelolaan perlengkapan sehingga dapat meningkatkan kualitas dari pelayanan kesehatan.

1.2. RUMUSAN MASALAH
1.2.1. Bagaimana implementasi manejemen SDM ?
1.2.2. Bagaimana implementasi manejemen keuangan ?
1.2.3. Bagaimana implementasi manejemen perlengkapan ?

1.3. TUJUAN
1.3.1. Mengetahui cara implementasi manajemen SDM.
1.3.2. Mengetahui cara implementasi manajemen keuangan.
1.3.3. Mengetahui cara implementasi manejemen perlengkapan.


BAB II
PEMBAHASAN
IMPLEMENTASI MANAJEMEN


2.1.Manajemen SDM
Seorang manajer SDM perlu memahami lingkup manajemen SDM itu sendiri. Salah satu pengertian dan batasan yang digunakan adalah SDM merupakan kebijakan dan daya manusia dari posisi seorang manajer.
· Fungsi menurut Dessler (1997) adalah sebagai berikut :
· Planning (P) atau perencanaan yaitu menetapkan apa yang harus dilakukan
· Organizing (O) atau pengorganisasian yaitu penugasan kelompok kerja serta penyusunan personalia
· Actualing (A) atau pengarahan yang terdiri dari kepemimpinan, motivasi dan manajemen konflik
· Controlling (C) atau pengendalian

Perencanaan SDM (planning)




Pengorganisasian (organizing)
· Penstafan kelompok kerja
· Penugasan kelompok kerja
Pengarahan (actuating)
1. Kepemimpinan
2. Motivasi
3. Manajemen konflik
Pengendalian (controlling)




Kesalahan yang sering terjadi dalam manajemen sumber daya manusia yaitu sejumlah kesalahan yang lazim dijumpai para manajer terutama manajer SDM dalam pelaksanaan tugas pengorganisasian. Kesalahan tersebut sebagai berikut :

Selengkapnya Download DISINI >>>

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN TENTANG PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
A. Pengertian Media
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “Madiam”, yang berarti perantara atau pengantar.
Dengan demikian media merupakan wahana penyalur informasi atau penyalur pesan.
Secara luas media dapat diartikan dengan manusia, peristiwa benda atau peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
B. Media Sebagai Alat Bantu
Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah sebagai suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang di berikan oleh guru kepada anak didik.
Setiap materi pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi dan untuk menyederhanakan tingkat kesukaran tersebut diperlukan kehadiran media sebagai alat bantu seperti : globe, grafik, gambar dan lain-lain.
Disamping itu media juga mempunyai fungsi untuk mengatasi kebosanan dan kelahan yang diakibatkan dari penjelasan guru yang sukar di mengerti.
Penggunaan media harus menunjang tujuan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
C. Media Sebagai Sumber Belajar
Udin Saripudin dan Winataputra (199;65) mengelompokkan sumber “belajar menjadi lima kategori yaitu : manusia, buku / perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan.
Karena itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.
D. Macam-macam Media
Klasifikasi media dapat dilihat dari jenisnya, daya liputnya dan dari bahan serta cara pembuatannya.
1) Dilihat dari jenisnya, Media dibagi ke dalam :
a. Media Auditif
Adalah media yang hanya mengandalkan kemmpuan suara saja, seperti : radio, cassette recorder, piringan hitam media ini tidak cocok untuk orang yang mempuyai kelainan dalam pendengaran.
b. Media Visual
Adalah media yang mengandalkan indra penglihatan.
Media ini menampilkan gambar diam seperti film, rangkai foto, gambar atau lukisan, cetakan dan juga yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
c. Media Audiovisual
Adalah media yang mempunyai unsur rupa dan gambar.
Media ini dibagi ke dalam :
1. Audiovisual diam
2. Audiovisual gerak
2) Dilihat dari daya liputnya, Media dibagi ke dalam :
a. Media dan daya liput luas dan serentak.
Contoh : radio dan televise.
b. Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.
Contoh : film, soun slide, film rangkai.
c. Media untuk pengajaran individual
Media ini digunakan hanya untuk seorang diri
Contoh : modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
3) Dilihat dari bahan pembatannya, Media dibagi :
a. Media sederhana
b. Media kompleks
E. Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Metode
Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran.
1. Tujuan Pemilihan
Memilih media harus dengan maksud dan tujuan yang jelas.
2. Karakteristik Media Pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu jadi pemahaman. Karakteristik media sangat diperlukan dalam penetapan penggunaan media.
3. Alternatif Pilihan
Guru harus mampu menetapkan atau memutuskan media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran.
F. Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
Disamping harus memenuhi prinsip pemilihan dalam penggunaan media juga harus memperhatikan faktor – faktor :
a. Objektivitas
b. Program Pengajaran
c. Sasaran Program
d. Situasi dan kondisi
e. Kualitas Teknik
f. Keefektifan dan Efisiensi penggunaan.


Selengkapnya Download DISINI >>>

MAKALAH ILMU GIZI DEFISIENSI BESI

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Masalah gizi merupakan masalah kompleks dimana maslah ini dapat mengakibatkan banyak maslah lain. Yang pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi sakit. Untuk itu dalam proses kehidupan gizi sangatlah penting.
Anemia, disini merupakan sakit dimana tubuh mengalami defisiensi besi yang diakibatkan oleh pendarahan. Namun penyebab dari anemia itu sendiri tidak hanya disebabkan oleh pendarahan. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Disini apabila kita kaji dari teori Bloom dimana didapat 3 komponen utama yang dapat menjadi faktor penyebab dari suatu penyakit yaitu agens (sumber penyakit), host (pejamu), dan environment (lingkungan) ketiga unsur tersebut harus seimbang.
Anemia gizi defisiensi besi dapat diketahui melalui kadar Hb. Hb normal dari pria dewasa 13 g / 100 ml dan pada wanita 12 g / 100 ml. Namun penderita pada umumnya adalah wanita, akibat menstruasi, kehamilan serta menyusui. Selain itu juga terjadi pada bayi dan anak dimana kebutuhan gizi awan besi tinggi seiring pertumbuhan tubuh yang cepat.

2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu gizi. Disamping itu juga untuk menambah wawasan kita tenyang gizi khususnya mengenai anemia defisiensi besi. Sehingga kita lebih mengerti bagaimana gejala serta pengobatannya. Selain itu kita juga dapat mengetahui atri penting pemenuhan kebutuhan gizi bagi tubuh kita.


3. Rumusan Masalah
Makalah ini tersusun atas rumusan masalah, dibawah ini :
1. Apa definisi Anemia Defisiensi Besi ?
2. Apa saja faktor penyebabnya jika ditinjau dari teori bloom ?
3. Bagaimana gejala klinis serta diagnosanya ?
4. Bagaimana penatalaksanaan pada penderita anemia ?


Selengkapnya Download DISINI >>>

MAKALAH SISTEM METABOLISME DAN ENDOKRINE

Pendahuluan
Gangguan pada sistim endokrine mengakibatkan berbagai perubahan fisiologi pada tubuh. Disfungsi pada sistim mendokrine merupakan masalah yang sangat serius dan bisa menjadi vatal karena fungsi vital tubuh diatur oleh hormon dari pituitary anterior dan posterior, thyroid, parathyroid dan kelenjar adrenal. Hasil akhir dari proses pathologic pada kelenjar endokrine adalah menekan atau meningkatkan kadar hormon dalam darah.
Banyak tipe proses pathologik yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan endokrine dan menurunkan kadar hormon dalam darah. Tipe – tipe proses pathologic yang mengakibatkan penurunan kadar hormon dalam darah adalah :
1. Kerusakan kelenjar karena proses infiltrasi, infarction, infeksi, proses autoimun dan imunologic serta tumor.
2. Perkembangan embrional yang tidak normal yang menyebabkan masalah pada struktur atau tidak adekuatnya kapasitas untuk sintesis.
3. kerusakan kelenjar karena pembedahan (pengangkatan), therapi radiasi atau trauma.
Tipe – tipe proses pathologik yang menyebabkan peningkatan kadar hormon dalam darah adalah :
1. Hiperplasia atau hipertropi dari kelenjar endokrine.
2. Pertumbuhan tumor jinak atau ganas dengan kemmampuan untuk mengsekresi hormon
3. Rangsangan pada kelenjar oleh pelepasan faktro – faktor tropic dari tempat tropic non endokrine.
4. Sekresi hormon oleh jaringan ektopik nonendokrine
5. Pemberian hormon – hormon eksogen
6. Penurunan metabolisme hormon akibat lamanya aktivitas hormon.
Untuk kelenjar endokrine yang dikontrol oleh hypothalamus dan kelenjar pituitary, yang termasuk didalamnya adalah ; kelenjar thyroid dan adrenalcortical dan kelenjar gonad serta statur pathologis yang mengakibatkan hiper atau hiposekresi diklasifikasi menjadi primary dan secondary. Prymary problems terjadi bila gangguan pada kelenjar thyroid, kelenjar corteks adrenal dan gonad. Sedangkan secondary problem terjadi bila gangguan akibat dari disfungsi hipothalamus atau atau pituitary anterior.
Tumor jinak dan ganas dapat tumbuh pada sistim endokrine. Walaupun kadar hormon tidak terlalu terpengaruh oleh perkembangan tumor , tetapi perkembangan yang cepat dapat merusak jaringan normal yang mengakibatkan hyposekresi hormon atau tumor dapat menyebabkan hipersekresi jaringan yang mengakibatkan hypersekresi hormon.Umumnya pengobatan pada tumor dilakukan dengan pembedahan, radiasi atau therapi obat sering mengakibatkan penekanan kadar hormon dalam darah.

GANGGUAN PADA KELENJAR PITUITARY

1. Hyperpitutarisme : Kelenjar pituitary anterior
1.1 Etiologi / Epidemiologi
Hyperpitutarisme pada bagian anterior Kelenjar pituitary bisa terjadi pada satu hormon, dua hormon atau lebih . Penyebab utama karena masalah pada kelenjar pituitari atau karena penyebab lainnya akibat dysfungsi hipothalamus. Adenomas pituitary merupakan kasus yang paling sering menyebabkan hiperpituitarisme. 6 – 18 % tumor intracranial adalah Adenoma pituitary anterior. Pada banyak pasien penyebab pasti tumor ini belum diketahui dan tidak ada riwayat dalam keluarga. Tumor ini sering menggantikan fungsi pituitary anterior sehingga terjadi oversekresi hormon. Tumor ini biasanya jinak tetapi dapat berkembang menjadi sangat agresive. Klasifikasi tumor ini didasarkan pada hormon yang disekresinya. Contohnya Prolactinoma, somatotroph tumor, cotrticotroph tumor atau gonadotropin adenoma. Tumor ini diklasifikasikan juga berdasarkan ukuran dan dalamnya invasi tumor pada sela tursica (perhatikan tabel dibawah ini).


Selengkapnya Download DISINI >>>

MAKALAH TENTANG CROHN DISEASE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penyakit-penyakit inflamatorik kolon atau penyakitpenyakit radang usus besar ( Inflammatory Bowel Diseases) dapat dibagi dalam dua golongan :
1. Penyakit radang kolon karena infeksi
2. Penyakit radang kolon karena non-infeksi.
Penyakit infeksi disebabkan karena kuman Shigella, ameba dan sebagainya.
Yang akan dibahas sekarang adalah penyakit radang kolonyang non-infeksi atau tidak jelas disebabkan karena infeksi.Walaupun kasus ini tidak begitu sering dijumpai diIndonesia dibandingkan dengan negara-negara Barat, akantetapi justru karena hal ini, maka penyakit tersebut seringkurang mendapat perhatian oleh dokter di Indonesia, sehingga diagnosa menjadi salah dan pengobatan tidak diberikan dengan tepat.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari penyakit CROHN ?
2. Apa Etioligi dari penyakit CROHN ?
3. Bagaimana Patofisiologis dari CROHN ?
4. Bagaiman Patogenesis dari penyakit CROHN ?
5. Apa saja Tanda dan Gejala yang muncul dari penyakit CROHN ?
6. Apa saja Komplikasi dari penyakit CROHN ?
7. Apa saja Diagnosa yang mungkin muncul pada penyakit CROHN ?
8. Bagaimana Prognosis penyakit CROHN ?
9. Bagaimana Pengobatan penyakit CROHN ?

1.3 Batasan Masalah
Penulis hanya membahas tentang : pengertian penyakit CROHN, etiologi, patogenesis, tanda dan gejala, komplikasi, diagnosa, prognosis dan pengobatanya.

1.4 Tujuan
Tujuan Umum :
Untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah KEPERAWTAN MEDIKAL BEDAH 1
Tujuan Khusus :
1. Agar bisa mengerti dan memahami tentang penyakit CROHN.
2. Agar dapat mengetahui penyebab dan patogenesis penyakit CROHN.
3. Agar bisa mengetahui tanda dan gejala serta penatalaksanaannya


Selengkapnya Download DISINI >>>

Makalah Tentang Bahasa Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia bahasa tidak hanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari tapi juga diperlukan dalam menjalankan segala aktivitas hidup manusia, seperti penelitian, penyuluhan, pemberitaan, siaran radio dsb.
Bahasa menjadi sangat penting dalam kehidupan dengan bahasa orang dapat mengkomunikasikan dalam segala hal, bahasa dalam kehidupan berkembang sesuai dengan keadaan yang terjadi pada saatbahasa itu digunakan, seperti orang polotikus, dokter, praktisi hukum, pembaca berit, penyiar radio, tentunya menggunakan bahasa yang berbeda. Bahkan sesama penyiar radio pun mengunakan bahasa yang berbeda dalam melaksanakan tugasnya. Perbedaan bahasa dari segi pemakaian yang seperti inilah yang menyebabkan timbuknya ragam bahasa. Ragam bahasa yang diteliti dibatasi pada penggunaan kata dan kalimat yang digunakan dalam bahasa lisan dan digunakan sesuai dengan fungsinya.
Ragam bahasa mendasari semua aspek pengetahuan yang dikuasai oleh mahasiswa. Hal ini perlu ditekankan karena penjelasan tentang ragam bahasa indonesia merupakan pengetahuan aspek bahasa.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Pengertian ragam bahasa
1.2.2 Fungsi ragam bahasa
1.2.3 Macam-macam dari ragam bahasa



1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan ragam bahasa berdasarkan pesan komiunikasi
1.3.2 Tujuan khusus
1. diharapkan mahasiswa dapat memahami pengertian dari ragam bahasa
2. diharapkan mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari ragam bahasa
3. diharapkan mahasiswa dapat mengetahui macam-macam bahasa


Selengkapnya Download DISINI >>>>

MAKALAH TENTENG ABORTUS

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Penulisan
Kebidanan dalam arti menolong persalinan dapat dikatakan sebagai praktik kesehatan tertua di dunia, sama tuanya dengan umat manusia. Pada mulanya semua persalinan ditolong oleh dukun atau mereka yang mengkhususkan diri dalam pertolongan persalinan, tanpa membolehkan tenaga medis lainnya untuk ikut membantu melakukan hal tersebut.
Dengan pengetahuan yang serba terbatas serta jumlah tenaga ahli kebidanan dan penyakit kandungan di Indonesia yang masih sangat kurang yaitu pada tahun 1995 terdapat 700 orang tenaga berbanding dengan 197 juta penduduk (Manuaba, 1999) bila dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lain, contoh di Filipina terdapat 2.000 orang tenaga ahli kebidanan dalam jumlah penduduk 40 juta jiwa. Maka sudah dapat dibayangkan bahwa jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia menjadi paling tinggi di Asia Tenggara.
Sebagai ukuran kemmapuan pelayanan kesehatan satu negara ditetapkan berdasarkan angka kematian ibu dan angka kematian karena melahirkan. Sementara persalinan di Indonesia sebagian besar yaitu sekitar 70 – 80 % masih ditolong oleh dukun terutama di pedesaan dengan kemampuan dan peralatan yang serba terbatas. Penyebab kematian terjadi terutama karena perdarahan, infeksi, dan keracunan hamil serta terlambatnya sistem rujukan (Manuaba, 1999).
Pemerintah sendiri telah mengupayakan berbagai cara untuk mengendalikan angka kematian ibu dan bayi yang sangat tinggi tersebut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu pada khususnya. Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi dewasa ini, membuat model pengawasan terhadap masa kehamilan seperti yang dikembangkan di Paris pada tahun 1901 dengan nama plea of promaternity hspital yang bertujuan memberikan pelayanan kepada ibu selama masa kehamilan sehingga ibu dapat menyelesaikan masa kehamilannya dengan baik dan bayi dapat dilahirkan dengan sehat dan selamat. Di Indonesia sendiri model pengawasan tersebut semakin membuka pandangan masyarakat bahwa pengawasan yang ketat pada masa kehamilan menjadi hal yang sangat penting guna mengantarkan ibu dan bayi kepada keadaan yang sehat dan sejahtera. Oleh karenanya di Indonesia dikembangkan model pengawasan yang sama dengan nama BKIA yaitu Balai Kesehatan Ibu dan Anak. Dimana BKIA menjadi bagian terpenting dari program Puskesmas dan telah tersebar dis eluruh Indonesia yang dipimpin oleh beberapa orang dokter sehingga kemampuan pelayanannya dapat lebih ditingkatkan. Bahkan menjelang pencapaian Indonesia Sehat 2010, dikembangkan program Bidan di Desa guna mengupayakan masyarakat di pelosok dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada masalah kebidanan ini mengingat permasalahan yang muncul selama masa kehamilan adalah sangat kompleks yang meliputi masalah fisik, psikologis dan sosial (Sarwono, 1991). Bahkan dengan kecenderunagn angka kematian pada ibu yang sangat tinggi yang diakibatkan karena perdarahan, infeksi dan keracunan pada masa kehamilan, menjadikan program pengawasan pada ibu hamil lebih diperketat dan ditingkatkan melalui upaya ANC (Ante Natal Care).
Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah keguguran atau abortus. Mengingat semkain berkembnagnya pendidikan dan pengethauan masyarakat khususnya wanita dengan emansipasinya dalam turut serta menghidupi ekonomi keluarga, membuat kejadian abortus menjadi cukup tinggi dalam dekade terakhir. Didukung pula oleh pengaruh budaya barat dengan pergaulan bebasnya menjadinya banyak kejadian kehamilan tidak diinginkan menjadi meningkat sehingga kecenderungan kejadian abortus provocatus juga meningkat. Bahkan semakin merebaknya klinik – klinik aborsi di tanah air, semakin membuka peluang wanita untuk melakukan aborsi tanpa memikirkan akibatnya.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, maka kami mengangkat permasalahan abortus sebagai makalah, mengingat permasalahan abortus sendiri merupakan suatu permasalahan yang kompleks bagi ibu, suami/pasangan maupun keluarga.

1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Umum
Menerapkan asuhan keperawatan pada ibu dengan kejadian abortus sesuai dengan konsep teori asuhan keperawatan.
1.2.2 Tujuan Khusus
1) Mengidentifikasi data fokus keperawatan melalui pengkajian pada ibu hamil dengan kejadian abortus.
2) Mengidentifikasi diagnosa keperawatan yang timbul pada ibu hamil dengan kejadian abortus.
3) Mengidentifikasi rencana intervensi keperawatan pada ibu hamil dengan kejadian abortus.
4) Menerapkan implementasi keperawatan pada ibu hamil dengan kejadian abortus.
5) Mengidentifikasi evaluasi keperawatan pada ibu hamil dengan kejadian abortus.

1.3 Manfaat Penulisan
1.3.1 Bagi mahasiswa
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa guna menerapkan asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan kejadian abortus sehingga dapat menambah pengalaman dan pemahaman mahasiswa terhadap penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan abortus


Selengkapnya Download DISINI >>>>

MAKALAH OSTEOMIELITIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di Negara-negara berkembang osteomielitis masih merupakan masalah dalam bidang ortopedi. Sebelum ditemukannya antibiotik, osteomielitis masih merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak. Keberhasilan pengobatan osteomielitis ditentukan oleh fakor-faktor diagnosis yang dini dan penatalaksanaan pengobatan berupa pemberian antibiotik atau tindakan pembedahan. Osteomielitis merupakan suatu proses peradangan pada tulang yang disebabkan oleh invasi mokroorganisme (bakteri dan jamur). Diagnosis perlu ditegakkan sedini mungkin, terutama pada anak-anak sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan perawatan pembedahan yang sesuai dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dan kerusakan yang lebih lanjut pada tulang.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari penyakit OSTEOMIELITIS ?
2. Apa Etioligi dari penyakit OSTEOMIELITIS ?
3. Bagaimana Patofisiologis dari OSTEOMIELITIS ?
4. Bagaiman Patogenesis dari penyakit OSTEOMIELITIS ?
5. Apa saja Tanda dan Gejala yang muncul dari penyakit OSTEOMIELITIS ?
6. Apa saja Komplikasi dari penyakit OSTEOMIELITIS ?
7. Apa saja Diagnosa yang mungkin muncul pada penyakit OSTEOMIELITIS ?
8. Bagaimana Prognosis penyakit OSTEOMIELITIS ?
9. Bagaimana Pengobatan penyakit OSTEOMIELITIS ?

1.3 Batasan Masalah
Penulis hanya membahas tentang : pengertian penyakit OSTEOMIELITIS, etiologi, patogenesis, tanda dan gejala, komplikasi, diagnosa, prognosis dan pengobatanya.

1.4 Tujuan
Tujuan Umum :
Untuk memenuhi salah satu tugas perkuliahan
Tujuan Khusus :
1. Agar bisa mengerti dan memahami tentang penyakit OSTEOMIELITIS.
2. Agar dapat mengetahui penyebab dan patogenesis penyakit OSTEOMIELITIS.
3. Agar bisa mengetahui tanda dan gejala serta penatalaksanaannya


Selengkapnya Download DISINI >>>

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS

A. Konsep Dasar Diabetes mellitus
1. Pengertian
Diabetes Mellitus ( DM ) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan tanda – tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kuranganya insulin di dalam tubuh. Gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. ( Askandar, 2000 ).
Diabetes Mellitus adalah sindroma yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin. Sindroma ini ditandai oleh hiperglikemi dan berkaitan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Abnormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurologik dan kardiovaskuler. Sistem untuk klasifikasi DM dikembangkan oleh The National Diabetes Data Group of the National Institutes of Health (USA) dengan masukan dari Word Health Organization tahun 1985 adalah :
A. Clinical Classes
I. DM
1. IDDM ( DM Type 1 ).
Diabetes tipe I ditandai dengan sekresi insulin oleh pankreas tidak ada dan sering terjadi pada orang muda. Secara normal, insulin bekerja untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan membolehkan glukosa masuk kedalam sel untuk dimetabolisme. Caranya dengan mengikat dirinya secara kuat pada tempat reseptor pada membran sel. Efek utama metabolik insulin adalah di otot dan jaringan adiposa. Pada orang diabetes, kekurangan atau ketiadaan insulin menimbulkan kelaparan pada jaringan ini dan ini menjelaskan mengapa pasien menjadi lelah dan berat badan menurun.
Karena insulin tidak digunakan, terjadi penumpukan didalam darah pada orang diabet dan meluap kedalam urine yang menyebabkan haus dan keluarnya urine dalam jumlah yang banyak. Lebih lanjut masalah ini akan menimbulkan komplikasi physiologic, kecuali kalau diberikan penggantian insulin. Sehingga orang yang menderita DM Tipe I perlu injeksi insulin secara teratur dalam hidupnya untuk mencegah ketosis. Suatu komplikasi yang muncul,akibat gangguan metabolisme lemak. Untuk alasan ini, DM tipe I dikenal sebagai IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus).
2. NIDDM ( DM Type 2 ).
Type II akibat dari tidak sensitifnya reseptor insulin terhadap insulin yang sudah tersedia. Pada kelompok ini diit khusus diajurkan untuk menurunkan BB dan diberikan tablet untuk merangsang pancreas untuk mensekresi lebih banyak insulin. Karena tidak dibutuhkan insulin maka diabetes tipe II dikenal sebagai NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes melitus). Diabetes Mellitus Tidak Tergantung Insulin disebabkan kegagalan relatif sel β pulau Langerhans dan resisteni insulin. Resitensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel β tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defisiensi relatif insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel β pankreas mengalami desensitisasi terhadap glukosa (Mansjoer, A., 1999).
Orang-orang yang DM saat hamil atau gestational diabetes (GDM) biasanya dikenal sebagai type II. Faktor risiko Diabetes Mellitus tipe II antara lain usia, obesitas, riwayat keluarga dengan Diabetes Mellitus tipe II, etnis, , kebiasaan diet, kurang berolahraga, wanita dengan hirsutisme, dan/atau penyakit ovarium polikistik, diabetes gestasional, dan/atau dengan berat badan bayi lebih dari 4 kg saat dilahirkan
3. Questionable DM , bila meragukan type 1 atau type 2.
4. MRDM
a. Fibrocalcolous Pancreatic DM ( FDPD ).
b. Proten Deficient Pancreatic DM ( PDPD ).
5. DM type lain dengan keadaan dan gejala yang tertentu.
II. Impaired Glucosa Tolerance ( GTG ).
III. Gestasional Diabetes Mielitus.

Selengkapnya download DISINI >>>

Makalah Sejarah Lamongan


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Suatu daerah, kota atau suatu wilayah pasti mempunyai sejarah dan latar belakang berdirinya daerah tersebut. Setiap daerah juga mempunyaii kesejarahan yang berbeda-beda dari daerah satu atau daerah lainnya, itu semua dikarenakan latar budaya yang dimiliki masing-masing daerah juga berbeda-beda.
Kesejarahan Kabupaten Lamongan dibanding dengan beberapa wilayah Kabupaten Lainnya di Jawa Timur seolah tenggelam dalam khasanah kesejarahan yang beredar di masyarakat Indonesia pada umum. Beberapa daerah kabupaten lain di sekitar Lamongan mungkin sangat dikenal oleh banyak orang baik dari aspek kesejarahan wilayahnya ataudari segi budayanya, kita ambil contoh Mojokerto dengan kerajaan Majapahitnya, Kabupaten Tuban dengan sejarah adipati Ranggalawe-nya yang juga terkenal pada era pemerintahan kerajaan Majapahit. Sejarah tidak banyak mencatat tentang keberadaan Kabupaten/wilayah Lamongan secara terperinci dibandingkan dengan Kadipaten atau Kerajaan Tuban terlebih bila dibandingkan dengan Majapahit.
Dalam makalah ini dijelaskan beberapa penggalan sejarah Kabupaten Lamongan yang telah berhasil dihimpun oleh Pemerintah Daerah Lamongan dan juga beberapa sumber lain yang saling menguatkan terhadap kesejarahan tersebut dan banyak lagi tenang penjelasan tentang sejarah wilayah Lamongan.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang makalah diatas diperoleh perumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana gambaran wilayah lamongan pada masa pra sejarah ?
  2. Bagaimana asal usul lamongan ?
  3. Bagaimana perkembangan agama dan kebudayaan pada saat itu ?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah lamongan
2. Untuk memenuhi tugas dari bapak dan ibu guru disekolah

Selengkapnya Download DISINI >>>>